Ini adalah pengalaman pertamaku dalam hal volunteering pada kegiatan pengabdian masyarakat. Awalnya aku melihat poster di Instagram yang bertuliskan “Ekspedisi Sapa Papua” yang diunggah oleh Yayasan Arah Pemuda Indonesia. Setelah aku cari tahu lebih dalam, ternyata Arah Pemuda Indonesia adalah LSM yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Akhirnya aku mulai tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut, dan mendaftarkan diri.

Setelah mengikuti serangkaian pendaftaran akupun dinyatakan lolos. Awalnya agak ragu untuk mengonfirmasi keikutsertaan, karena sebelumnya belum pernah mengikuti kegiatan semacam itu dan langsung di daerah 3T. Tapi setelah meyakinkan diri, akupun mengonfirmasi kepada penyelenggara jika aku bisa mengikuti kegiatan tersebut. Kemudian aku masuk ke dalam grup koordinasi di Whatsapp.

Jumlah semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 200 orang yang dibagi ke dua kampung (desa) di Kecamatan Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat. Satu di Kampung Lopintol, dan satu di Kampung Mumes. Kami di bagi ke dalam lima divisi yaitu lingkungan, Kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan Kesehatan. Kebetulan aku mendapatkan divisi lingkungan.

Gambar 1. Diskusi Program Kerja Melalui Online Meeting

Satu bulan sebelum keberangkatan, kami mulai berdiskusi mengenai program kerja yang akan dilaksanakan pada lokasi pengabdian. Diskusi dilakukan secara online melalui platform online meeting. Terdapat beberapa kesulitan saat mendiskusikan program kerja. Di antaranya yaitu kami belum pernah melihat lokasi secara langsung, sehingga hanya mengandalkan data dan informasi dari fasilitator lokal yang ada di dekat lokasi. Akan tetapi, kami berhasil menyusun beberapa program kerja yang siap dilaksanakan.

Hari H keberangkatan pun tiba. 6 Januari 2022, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya adalah pertama kalinya kami semua peserta bertemu sacara langsung. Perjalanan dilakukan menggunakan Kapal Pelni KM. Sinabung yang memakan waktu sampai lima hari. Selama lima hari diperjalanan kami menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan mematangkan program kerja yang akan dilaksanakan. Di Kapal kami juga mendapatkan kesempatan dari awak kapal untuk mengunjungi anjungan kapal, yaitu tempat nahkoda mengemudikan kapal.

Selasa, 11 Januari 2022 adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tanah Papua. Kami tiba di Pelabuhan Sorong pukul 12 siang. Kemudian langsung lanjut menuju pulau Waigeo yang terletak di Kabupaten Raja Ampat menggunakan kapal ferry yang memakan waktu 2 jam. Setelah itu perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan truk sampai ke Warsambin (pusat kecamatan Teluk Mayalibit). Setelah itu kami berpisah antara tim 1 dan tim 2. Aku tergabung dalam tim 1 yang berlokasi di Kampung Mumes. Perjalanan dari Warsambin ke Mumes memakan waktu 30 menit menggunakan perahu motor kecil. Pukul 9 malam WITA kami pun sampai di Kampung Mumes. Kami disambut dengan meriah oleh masyarakat disana. Setelah itu kami pun istirahat di rumah orang tua asuh yang telah dibagikan.

Selama di Kampung Mumes kami melaksanakan berbagai macam program yang telah dirancang sebelumnya. Pada hari pertama sebelum melaksanakan program, kebanyakan divisi melakukan sosial mapping terlebih dahulu. Pada pagi sampai siang divisi yang saya ikuti yaitu divisi lingkungan juga melakukan sosial mapping untuk menentukan lokasi melaksanakan program dan menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk program. Pada divisi lingkungan program dimulai sore hari pada hari pertama. Program yang dilaksanakan adalah program pengenalan ekosistem laut pada anak-anak. Program tersebut dilakukan dengan media mewarnai gambar biota laut yang telah disiapkan sambil menyebutkan nama biota laut yang mereka wanai. Anak-anak sangat senang dangan hasil gambar yang mereka hasilkan. Pada hari pertama kami hanya dapat melaksanakan satu program. Kemudian pada malam harinya kami mempersiapan program yang akan dilaksanakan pada hari kedua.

Gambar 2. Program Pengenalan Ekosistem Laut kepada Anak-Anak

Pada hari kedua ada beberapa program yang dapat kami laksanakan. Yang pertama adalah sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang ditujukan kepada anak-anak SD. Program kedua yaitu pembuatan jebakan sampah di beberapa titik pada saluran drainase. Program ketiga adalah sosialisasi penanaman tanaman sayur dan obat serba guna yang ditujukan kepada ibu-ibu Kampung Mumes. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan rapat koordinasi dan persiapan program yang akan dilaksanakan pada hari ketiga.

Gambar 3. Program Sosialisasi PHBS

Gambar 4. Program Pembuatan Jebakan Sampah

Pada hari ketiga program yang dapat kami laksanakan yang pertama adalah pembuatan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) karena belum terdapat TPA pada Kampung Mumes, sehingga dirasa perlu melakukan pengadaan TPA tersebut. Program yang kedua adalah pembuatan Green House yang diletakkan dekat dengan sekolah. Program yang ketiga adalah sosialisasi mengenai pengolahan sampah (Reduce, Reuse, Recycle). Program yang keempat adalah sosialisasi mengenai mitigasi bencana yang ditujukan kepada masyarakat kampung Mumes. Program yang kelima adalah pembuatan plang edukasi tentang sampah. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan rapat untuk mempersiapkan program pada hari keempat.

Gambar 5. Program Pembuatan TPA

Gambar 6. Program Sosialisasi Pengolahan Sampah dan Mitigasi Bencana

Gambar 7. Program Plang Edukasi Sampah

Pada hari keempat hanya tersisa satu program saja yang belum terlaksanakan, yaitu Bersih-bersih kampung. Bersih-bersih kampung ini diikuti oleh seluruh masyarakat Mumes serta beberapa delegasi divisi lain yang telah selesai melaksanakan programnya. Bersih-bersih kampung ini dimulai pukul 8 sampai 10 pagi. Setelah semua program divisi lingkungan telah terlaksanakan semua, kami mengisi sisa waktu dengan jalan-jalan ke beberapa tempat yang berada di sekitar Kampung Mumes.

Gambar 8. Program Bersih-Bersih Kampung Mumes

Selain program dari divisi lingkungan ada juga program-program dari divisi lain. Seperti mengajar di SD yang dilakukan divisi Pendidikan. Program cek Kesehatan gratis dari divisi Kesehatan. Program pelatihan pembuatan bakso ikan dan bazar pakaian murah dari divisi ekonomi. Program pembentukan Pokdarwis dari divisi Pariwisata. Serta masih banyak lagi program yang dilaksanakan dari divisi-divisi tersebut yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Gambar 9. Salah Satu Program dari Divisi Pendidikan

Empat hari sudah terlewati di Kampung Mumes. Pada hari ke lima diisi dengan kegiatan trip ke beberapa tempat wisata di Raja Ampat, seperti Piaynemo, Telaga bintang, dan Kampung Arborek. Setelah itu, kami Kembali menuju ke Sorong untuk melanjutkan perjalana pulang menggunakan kapal pelni lagi menuju Surabaya.

Perjalananku sebagai volunteer di Tanah Papua telah usai. Aku berharap dapat mengikuti kegiatan semacam ini lagi di lain waktu dan kesempatan. Karena dengan mengikuti kegiatan ini aku dapat berbagi kegembiraan sekaligus mengamalkan ilmu yang aku miliki. Sekian ceritaku sebagi volunteer pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Ekspedisi Sapa Papua. Sungguh pengalaman yang tak akan terlupakan.