Senin, 24 November 2025, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (DPWK) Universitas Diponegoro telah sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Policy Brief dengan tema “Ecotone Sebagai Ruang Transisi: Tantangan, Peluang, dan Arah Pengelolaan Wilayah Pesisir Semarang-Demak” yang dihadiri oleh 32 peserta dari Akademisi, Instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Demak, serta Dunia Usaha Dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan diselenggarakan di Ruang Prayogasala, Kantor BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Jalan Imam Bonjol No.190, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai upaya untuk mendukung World Class University Undip (WCU) di Universitas Diponegoro. DPWK Undip bekerjasama dengan Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari riset kolaboratif untuk memperkenalkan serta mendiskusikan karakteristik, dinamika, serta arah pengelolaan wilayah ecotone di Pesisir Semarang-Demak.
Acara diawali dengan sambutan dari Tim Peneliti Undip sekaligus Ketua Departemen PWK Undip yaitu Prof. Dr. -Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS yang menekankan pentingnya kolaborasi riset dan pemahaman bersama dengan stakeholders untuk mendiskusikan konsep wilayah ecotone sebagai zona transisi di wilayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Lebih lanjut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si merespon baik dan menekankan pentingnya kajian ini sebagai bagian dari upaya untuk penanganan permasalahan di kawasan pesisir Semarang – Demak. Dukungan riset sangat diperlukan Provinsi Jawa Tengah terutama untuk menangani permasalahan infrastruktur, lingkungan, sosial, dan ekonomi di wilayah pesisir.

Sesi selanjutnya adalah pemaparan materi dari narasumber oleh Prof. Dr.sc.agr. Iwan Rudiarto, S.T., M.Sc dari DPWK Undip dan Arif Sofianto, SIP, M.Si dari Brida Provinsi Jawa Tengah, yang dipandu oleh moderator yaitu Dr. -Ing. Santy Paulla Dewi, S.T., M.T. Prof. Iwan Rudiarto memaparkan mengenai Karakteristik dan Dinamika Wilayah Ecotone sebagai ruang transisi yang saat ini terjadi fenomena perubahan penggunaan lahan di wilayah pinggiran kota, serta transformasi sosial-ekonomi masyarakat di wilayah peralihan pedesaan-perkotaan yang terjadi di Wilayah Pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak yang perlu menjadi perhatian. Sementara itu, Arif Sofianto dari Brida Provinsi Jawa Tengah menekankan mengenai Wilayah Pesisir Provinsi Jawa Tengah yang memiliki sejumlah tantangan, diantaranya penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut. Terdapat program prioritas pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan permasalahan wilayah pesisir yaitu rencana pembangunan hybrid sea wall, rumah apung, dan konservasi pesisir melalui program “Mageri Segoro”. Sesi ini diakhiri dengan tanggapan dan masukan dari instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DUDI.

Sesi terakhir yaitu diskusi interaktif yang dipandu oleh Astrini Ayu Puspita, S.T, M.T dari DPWK Undip. Dalam diskusi ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu Wilayah Pesisir Semarang dan Wilayah Pesisir Kabupaten Demak. Poin-poin penting yang didiskusikan diantaranya yaitu identifikasi permasalahan, penyusunan prioritas dan kebutuhan penanganan, serta perumusan arah kebijakan pengelolaan di wilayah ecotone. Setelah itu, dilakukan penyampaian kesimpulan hasil diskusi oleh peserta FGD. Beberapa catatan penting dari kegiatan FGD ini yaitu pengelolaan wilayah pesisir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak perlu dilakukan secara terintegrasi. Pembangunan tanggul di sepanjang pantai diperlukan sebagai perlindungan utama bagi area pesisir dan daratan. Kemudian di daratan upaya untuk mengakomodasi kepemilikan lahan diperlukan guna mengembalikan hak atas tanah yang hilang akibat bencana banjir rob. Adapun tantangan pada sektor perumahan dan permukiman diantaranya adalah program pembangunan rumah apung serta antisipasi relokasi hunian masyarakat terdampak rob. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan inovasi berbasis riset guna mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pencapaian Sustainable Cities and Communities (SDGs 12), Climate Action (SDGs 13), dan Partnership for The Goals (SDGs 17) serta memperkuat kolaborasi antara akademisi dan pemangku kepentingan terkait dalam pengembangan wilayah pesisir di Provinsi Jawa Tengah.
