Semarang, 24 Januari 2026 –  Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana tanah longsor, Kelurahan Bongsari mengaktifkan Posko Bencana Alam yang dikelola oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) dengan melibatkan mahasiswa KKN Tematik Tim 35. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu malam dan Sabtu malam, dengan pusat pemantauan berada di Posko Bencana Kelurahan Bongsari serta wilayah RW setempat. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan wilayah, tetapi juga menghadirkan energi baru dalam upaya mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat.

Program Posko Bencana Alam dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem kewaspadaan dini guna meminimalisasi risiko dan dampak bencana. Pada Rabu malam, anggota KSB melakukan penjagaan posko untuk memantau kondisi cuaca dan lingkungan serta menyiapkan langkah koordinasi apabila terjadi keadaan darurat. Sementara itu, pada Sabtu malam, KSB bersama pihak kelurahan melakukan patroli keliling ke RW-RW guna memantau kondisi wilayah serta titik-titik rawan longsor. “Kegiatan posko dan patroli malam ini penting untuk mendeteksi dini potensi longsor, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar salah satu anggota Kelompok Siaga Bencana Kelurahan Bongsari.

Keterlibatan mahasiswa KKN Tematik Tim 35 memberikan dampak nyata dalam pelaksanaan program, terutama dalam proses monitoring lapangan, pendataan kondisi lingkungan, serta penguatan koordinasi antara KSB, perangkat kelurahan, dan masyarakat. Tim KKN yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin, yakni Indri Widyawati, Denur Ahdiana Fitrianto, Mutia Pramesthi, Rizky Fadil Muharom, Azalea Ar-Raudah K, dan Tsuraya Haritsa Salman dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik; Cindy Octavia Hapsari dari Sekolah Vokasi Program Studi PTRP; Muhamad Rezka Fauzi dari Fakultas Hukum; Aida Puspa Arum dari Fakultas Kesehatan Masyarakat; serta Alifianda Rezhnandya G. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa turut menghimpun laporan warga terkait kondisi lingkungan sekitar sehingga informasi dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. Sinergi antara warga, KSB, pihak kelurahan, dan mahasiswa KKN ini dinilai mampu memperkuat sistem kewaspadaan bencana serta menumbuhkan harapan masyarakat agar kegiatan Posko Siaga Bencana dapat terus berjalan secara konsisten sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap ancaman tanah longsor.