Senin, 19 Januari 2026 — Program “Sekolah Siaga Bencana” telah sukses dilaksanakan di SDN 03 Karangayu dengan melibatkan siswa kelas 3 sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dini mengenai mitigasi bencana, khususnya banjir dan gempa bumi yang relevan dengan kondisi lingkungan sekitar. Sesi dimulai dengan penyampaian materi edukatif yang dikemas secara ringan, diikuti dengan diskusi interaktif. Dalam sesi ini, para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif menceritakan pengalaman pribadi mereka saat menghadapi bencana, serta antusias menjawab pertanyaan seputar cara pencegahan dan langkah penyelamatan diri yang tepat.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat kegiatan beralih ke sesi simulasi praktik. Untuk simulasi gempa bumi, siswa diajarkan dan mempraktikkan teknik Drop, Cover, Hold On (berlutut, berlindung, dan berpegangan) sebagai standar keselamatan utama saat terjadi guncangan. Simulasi ini dirancang agar anak-anak memahami respons cepat yang harus dilakukan untuk melindungi organ vital mereka dari reruntuhan.

Keseruan berlanjut pada simulasi penyelamatan korban banjir yang menggunakan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Dengan menggunakan properti buatan berupa “kapal Tim SAR” dari kardus, siswa diajak bermain peran dalam skenario evakuasi. Metode ini terbukti efektif dalam membangun pemahaman anak-anak mengenai kerja sama dan prosedur evakuasi yang aman tanpa membuat mereka merasa takut akan bayangan bencana itu sendiri.
Keterlibatan mahasiswa KKN Tematik Kelompok 5 di Kelurahan Karangayu memberikan kontribusi nyata dalam pelaksanaan Program Sekolah Siaga Bencana, khususnya dalam upaya edukasi mitigasi bencana sejak dini bagi peserta didik. Tim KKN yang terdiri atas mahasiswa lintas disiplin, yaitu Hilda Fazira Setyono, Waheeda Intan Sarafina, Raditya Raihan Hidayat, Mahsya Alya Herbangun, Abiyyufaid Ridho Annasmy, dan Bintang Ichsanul Cahya Nugroho dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Ikhsananda Fedora Cetta dari Program Studi PTRP (Sekolah Vokasi); Maira Rashieka Priambodo dari Fakultas Ekonomi; Davin Prayoga Sitepu dari Fakultas Hukum; serta Aliya Ghina Salsabila dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Mahasiswa terlibat dalam penyampaian materi mitigasi bencana banjir dan gempa bumi secara komunikatif, pendampingan diskusi interaktif, serta pelaksanaan simulasi evakuasi yang dirancang dengan pendekatan kreatif dan ramah anak. Sinergi antara pihak sekolah, mahasiswa KKN, dan masyarakat dinilai mampu meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan siswa terhadap risiko bencana, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai garda awal dalam membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan di wilayah rawan banjir.