Dalam menghadapi kompleksitas isu perkotaan di Indonesia, kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi menjadi kunci untuk memperkuat kurikulum dan pengembangan program studi Rancang Kota. Kesadaran akan pentingnya penyelarasan kurikulum, inovasi bentuk tugas akhir, dan penguatan jejaring akademik mendorong diselenggarakannya pertemuan rutin forum Asosiasi Sekolah Rancang Kota Indonesia (ASARKI) sebagai langkah konkret menuju integrasi visi dan standar pendidikan Rancang Kota di Indonesia. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro pada tanggal 4 Juli 2025. Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain perwakilan dari sejumlah institusi : Prodi Rancang Kota ITB dan UGM, Prodi Arsitektur Universitas Trisakti dan ITS.

Pertemuan tersebut diawali dengan adanya pameran produk mahasiswa rancang kota baik dari Program StudiArsitektur maupun Perencanaan Wilayah dan Kota Undip yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Beberapa hal yang didiskusikan antara lain tindak lanjut muatan kurikulum rancang kota, pembaruan pendekatan pembelajaran, serta peninjauan bentuk tugas akhir atau tesis mahasiswa agar lebih kontekstual dan responsif terhadap tantangan nyata di kota-kota Indonesia. Perwakilan dari masing-masing universitas sepakat bahwa kurikulum Rancang Kota harus bersifat transdisipliner, berbasis konteks lokal, serta mampu menjembatani aspek konseptual dan praktik profesional secara seimbang.

Gambar 1. Foto Bersama Kegiatan Diskusi Kurikulum Rancang Kota di Departemen Arsitektur Universitas Diponegoro

Selain itu juga didiskusikan mengenai penguatan studio sebagai inti pembelajaran rancang kota, diferensiasi pendekatan riset (riset in dan riset for design), serta peluang kolaborasi antara program studi arsitektur dan PWK. UGM menekankan pentingnya kebebasan akademik dalam mengintegrasikan riset dan desain, sementara ITB menyoroti perlunya struktur pembelajaran yang efisien sekaligus adaptif. Adapun UNDIP menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kurikulum terintegrasi sesuai dengan kekhasan institusi. Pertemuan ASARKI ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penguatan jejaring antar sekolah Rancang Kota, sekaligus membuka peluang kolaborasi ke depan dalam bentuk riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan platform pembelajaran bersama yang dapat memperkaya pengalaman akademik lintas kampus.

Gambar 2. Diskusi Tindak Lanjut Peluang Kerja Sama Rancang Kota di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro

Gambar 3. Foto Bersama ASARKI di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penguatan kapasitas pendidikan tinggi dalam bidang rancang kota. Selain itu, forum ASARKI turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNDIP, yaitu peningkatan kualitas kurikulum, kolaborasi antarperguruan tinggi, dan kontribusi nyata pada penyelesaian permasalahan pembangunan perkotaan. Melalui pertemuan ini, ASARKI menegaskan komitmen bersama untuk membangun kurikulum rancang kota yang relevan, adaptif, dan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia.